Monday, April 23, 2012

BAB I: Membangun Kewirausahaan di Indonesia



Ketika diajukan pertanyaan dalam sebuah survey “Mayoritas orang Indonesia ingin menjadi apa?”, jawabannya lebih dari 70% ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan yang menjawab ingin menjadi pengusaha hanya 20% saja. Angka ini jelas menggambarkan kondisi riil yang kita rasakan sekarang. Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan orang yang lebih memilih untuk menjadi pekerja, akan tetapi keadaan ini perlu mendapat perhatian serius ketika kita menghadapi masalah perekonomian yagn rumit seiring dengan tingginya angka pengangguran. Di Negara manapun, kewirausahaan atau dunia usaha memberi kontribusi yang sangat besar terhaap pertumbuhan ekonomi suatu Negara.

Di samping rendahnya motivasi menjadi wirausahawan, salah satu factor yang mempersulit tumbuhnya kewirausahaan di Indonesia adalah masalah birokrasi pemerintahan. Masalah birokrasi dimulai dari masalah perizinan sampai kebijakan dunia perbankan, yang sampai saat ini masih menjadi perbincangan yang tak ada ujung pangkalnya. Sehingga kita harus membangun semangat diri yang kuat bahwa baik  buruknya kondisi hidup seseorang bergantung pada diri kita sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain. Semangat kewirausahaan harus dibangun berdasarkan asas pokok sebagai berikut:

  1. Kemauan kuat untuk berkarya (terutama dalam bidang ekonomi) dan semangat mandiri.
  2. Mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil resiko.
  3. Keatif dan inovatif
  4. Tekun, teliti, dan produktif
  5. Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat

Sedangakan kerangka pengembangan kewirausahaan di Indonesia dapat dilakukan dengan beberapa strategi sebagai berikut:

  1. Memperbaiki pendidikan kewirausahaan, yaitu system pendidikan kewirausahaan yang menyebar dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi (universitas) dan melakukan kerjasama dengan dunia industri melalui kegiatan magang kewirausahaan
  2. Menyediakan infrastruktur (prasarana) yang tidak terbatas hanya pada transportasi dan komunikasi, melainkan juga pada infrastruktur pendidikan, baik formal maupun nonformal.
  3. Menyediakan informasi seluas-luasnya bagi wirausahawan yang berada pada tahapan start-up melalui layanan internet
  4. Membuka akses selebar-lebarnya dalam pendanaan terutama bagi UKM
  5. Membuat program komunikasi dan inisiatif bagi kewirausahaan. Program-program untuk memberikan penyuluhan kewirausahaan melalui media masa diikuti oleh program intensif sebagai penghargaan
  6. Menetapkan bidang-bidang yang mudah dimasuki oleh wirausahawan baru (khususnya di bidang perdagangan dan kerajinan) serta mendorong wirausahawan yang sukses di bidang industri manufaktur.

Thursday, April 19, 2012

BAB I: Ciri dan Sikap Wirausahawan


Wirausahawan yang sukses haruslah orang yang mampu melihat ke depan, berpikir dengan penuh perhitungan, serta mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan solusinya. Geoffrey G. Meredith (1996) mengemukakan cirri-ciri wirausahawan sebegai berikut:
  •  Percaya diri
  • Berorientasi pada tugas dan hasil
  • Berani mengambil resiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi pada masa depan

Berdasarkan cirri-ciri di atas, dapat kita identifikasikan sikap seorang wirausahawan yang dapat dilihat dari kegiatannya sehari-hari sebagai berikut:
  • Disiplin
  • Komitmen tinggi
  • Jujur
  • Kreatifdan Inovatif
  • Mandiri
  • Realistis

BAB I: Keuntungan Menjadi Wirausahawan


Apa keuntungan menjadi wirausahawan? 

Brad Sugar, seorang pendiri Action International, 2007) menyatakan “business is just a game, so learn the rules, play, and have fun”. Jadi wirausaha adalah sebuah permainan dimana kita harus tahu betul aturan main, lalu menjalankan usaha dengan cerdik dan akhirnya menikmati keuntungan.

Beberapa peluang sebgai keuntungan yang memberikan dorongan kuat seseorang untuk berwirausaha adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai kebebasan mencapai tujuan yang dikehendaki. Beberapa wirausahawan menggunakan kebebasanya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerjanya secara fleksibel. Mereka dapat menentukan sendiri target-target pencapaian usaha yang mereka inginkan, kebebasan dalam menggunakan sumber daya dan tidak bergantung pada orang lain.
  • Mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi diri secara penuh. Para wirausahawan menyadari bahwa batasan terhadap kesuksesan mereka adalah segala hal yang ditentukan oleh kreativitas, antusias, dan visi mereka sendiri. Dengan memiliki sebuah usaha, mereka dapat mendemonstrasikan pikiran dan perikalu mereka sendiri yang berarti memberikan kekuasaan pada dirinya secara penuh.
  • Memperoleh manfaat dan laba secara maksimal. Dengan membuka usaha, ada manfaat yang membanggakan diri seperti dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain, membantu yang tidak mampu, dan memperoleh laba yang cukup banyak sehingga dapat menikmati kehidupan yang lebih baik.
  •  Terbuka kesempatan untuk melakukan perubahan. Apabiila kita menjadi pengusaha, maka kita mempunyai kebebasan untuk mengubah kondisi perusahaan sesuai dengan keinginan kita yang sudah dipikirkan dengan sangat matang dan resiko yang diperhitungkan dengan cermat.
  • Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dalam menciptakan kesempatan kerja
  • Terbuka peluang untuk berperan dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha mereka